2.1.09

Sakratul Maut

Menurut sebagian besar ulama, dekat-dekat akan meninggal malaikat maut akan
berulang-ulang mengunjungi orang yang akan meninggal itu. Kadang-kadang ia
menunjukan dirinya dengan jelas, bahkan kadang-kadang suaranya jelas terdengar
oleh yang bersangkutan. Kedatangan malaikat maut ini sebenarnya adalah suatu
peringatan, bahkan tidak lama lagi orang itu akan meninggal. Rupanya malaikat
maut ingin memberi peringatan agar orang itu bersiap-siap dengan perbekalannya.
Junjungan kita yang mulia, Rasulullah SAW dalam hal ini telah bersabda :

"Apabila Allah bermaksud baik kepada seseorang hamba, maka bentuk malaikat maut
itu akan disesuaikan dengan amal salehnya sebelum mati".

Berdasarkan hadits ini, jelaslah bahwa bentuk malaikat maut yang datang itu
bergantung kepada tingkat iman dan amal salehnya seseorang. Semakin banyak amal
saleh orang itu, maka bentuk malaikat maut yang datang akan semakin
menyenangkan. Dan sebaliknya semakin besar dosanya, maka bentuknya akan semakin
menakutkan.

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa sebaik-baik sikap pada
waktu meninggal adalah ingat kepada Allah dengan mengucapkan Lailaha Ilallah.
Pada kenyataannya, amat jarang orang yang mampu mengucapkan kalimat sakral ini
dengan keikhlasan yang mendalam. Mari kita coba bersama-sama untuk menelaahnya.

Menurut para ahli, pada saat seseorang akan meninggal, yaitu pada saat roh sudah
sampai di tenggorokan, maka ingatan, akal, dan ilmu akan hilang. Yang berfungsi
hanyalah alam bawah sadarnya. Pada saat kritis ini, setan berusaha sekuat tenaga
dengan berbagai cara mengalihkan perhatian orang yang sedang sekarat itu agar
jangan sampai mengucapkan Lailaha Illallah. Macam-macam akal dikeluarkannya,
mungkin ia menjelma menjadi bentuk ayah atau ibunya yang telah meninggal, atau
pun ia menjelma menjadi bentuk yang menakutkan. Semua akal-aklan setan ini
tujuannya hanya satu, yaitu agar orang yang sedang sekarat itu terlena atau
takut, sehingga akhirnya ia akan lupa kepada Allah. Oleh karena itu, bila kita
melihat orang yang sedang berjuang dalam sakratul maut, maka bantulah ia dengan
membisikan berulang-ulang kalimat Lailaha Illallah sebagaimana petunjuk yang
diberikan Rasulullah SAW:

"Talkinkan olehmu orang yang sedang dalam sakratulmaut itu, dengan mengucapkan
Lailaha Illallah. Orang yang mengakhiri perkataannya itu dengan kalimat
syahadat, maka dia akan dimasukkan ke dalam syurga".

Salah seorang sahabat Rasulullah SAW, yaitu Umar bin Khatab berkata, "Ucapkanlah
kepada mereka yang sedang dalam sakratul maut itu Lailaha Illah. Mereka itu
melihat apa-apa yang tidak terlihat olehmu".

Bagaimana cara mengatasi godaan setan pada waktu sakratulmaut?
Godaan setan yang maha berat pada waktu sakratul maut ini, hanya dapat diatasi
dengan satu cara, yaitu rasa cinta yang mendalam kepada Allah SWT. Karena, apa
yang paling dicintai, apa yang menjadi kerinduan siang dan malam, maka itulah
yang akan teringat oleh kita pada waktu nafas terakhir.

Seringkali kita jumpai orang sekarat yang menepis atau menolak bila dibisikkan
"Lailaha Illallah" ditelinganya. Hal ini terjadi karena dalam keadaan sekarat,
akal telah pergi, ingatan hilang, hati nurani akan mengenyampingkan semua hal,
kecuali pada apa yang dicintai saja. Oleh karena itu, bila kita ingin pada saat
meninggal nanti hanya ingat kepada Allah dengan mengucapkan "Lailaha Illallah"
maka pupuklah rasa cinta kepada Allah. Karena, sekali lagi, dalam keadaan
sekarat, akal akan beku, sedangkan hati hanya mampu mengingat apa-apa yang kita
cintai saja.

Rasa cinta jelas mustahil muncul dalam sekejap. Sangat logis bila mengharapkan
rasa cinta pada Allah itu muncul pada waktu sakratul maut, di mana akal sudah
tidak normal dan setan sedang menggoda dengan seberat-beratnya godaan, serta
badan menanggung rasa sakit yang luar biasa seperti ditusuk-tusuk dengan 300
tusukan pedang.



Untuk menumbuhkan rasa cinta pada Allah, biasakanlah berzikirmengingat-Nya.
Jadikan Allah itu menjadi kekasih, dan letakkanlah Dia dalam rongga hati kita
yang paling dalam.


Para ulama mengatakan, setelah selesai tanya jawab dalam kubur maka roh
selanjutnya di alam barzah akan ditempatkan pada tempat-tempat yang sudah
disiapkan untuknya, yaitu sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup di alam
dunia. Yang amal salehnya banyak, yaitu selalu taat mengerjakan
perintah-perintah Allah, akan menempati tempat yang bagus sekali, lebih indah
dari kesenangan yang terdapat dalam mimpi. Sedangkan bagi yang selalu
membangkang pada perintah-perintah Allah akan mengalami penderitaan yang luar
biasa pahitnya, naudzhubillah. Bagi mereka itu, alam barzah adalah benar-benar
tempat derita dan sengsara. Dalam hal ini Rasulullah SAW, bersabda:



"Jangalah kamu memaki orang yang telah mati. Karena sesungguhnya mereka telah
menemui apa yang mereka amalkan semasa hidupnya".



Marilah dari sekarang kita sadari, bahwa banyak harta sedikit amal saleh
ternyata tidak ada gunanya sama sekali. Harta yang dicari mati-matian waktu di
dunia, akan dibagi-bagi oleh ahli waris. Bayangkanlah, berpayah-payah
mengumpulkan harta, kadang-kadang sudah Maghrib masih di kantor, harta
tertumpuk, kita meninggal. Masih terbaring mayat kita di tempat tidur, belum
dimandikan dan belum di kafani, para ahli waris sudah bertengkar memperebutkan
harta yang kita kumpulkan mati-matian itu. Payah-payah mengumpulkan harta selama
ini ternyata hanya untuk mengadu anak berkelahi dengan anak mengenai warisan.
Yang dapat kita bawa serta masuk ke liang kubur hanyalah secarik kain kafan,
yaitu kain putih sepanjang empat hasta. Tidak lebih dari itu!.


Rasulullah SAW yang mulia bersabda :
"Sesungguhnya kubur adalah tahap pertama dari beberapa tahap tempat di akhirat.
Kalau seseorang telah selamat disitu, maka tahap yang sesudahnya akan lebih
enteng, dan kalau tidak selamat di situ, tahap yang sesudahnya akan lebih berat
lagi".


Ingin saya sampaikan sekali lagi, mengucapkan kalimat "Lailaha Illallah" dengan
sepenuh perasaan pada saat sakratul maut. Selintas kedengarannya mudah, namun
kenyataannya hanya orang tertentu saja yang sanggup melaksanakannya. Hal ini
disebabkan antara lain karena :

a.. Pada waktu sakratul maut, akal atau ingatan sudah tidak berfungsi normal,
bahkan dapat dikatakan hilang.
b.. Setan menggoda dengan seberat-beratnya godaan. Biasanya setan muncul di
penglihatan orang sekarat itu menyerupai orang-orang yang dikenal dekat dan
sudah meninggal.
c.. Rasa sakit yang amat sangat, seolah-olah ditusuk oleh 300 pedang. Dalam
keadaan payah seperti itu, jelaslah yang bekerja hanyalah alam bawah sadar saja,
yang teringat adalah hanya apa-apa yang kita cintai dan kita rindukan siang
malam.
Agar kita mampu mengucapkan pengakuan "Lailaha Illallah" pada saat akan
meninggal, maka kita harus cinta atau dekat kepada Allah SWT yang tertanam
sampai ke dalam lubuk hati. Untuk itu, satu-satunya jalan adalah: berjihad
menundukan nafsu agar menjadi manusia yang bertaqwa!. Ingatlah, kuburan bergerak
secara pasti menghampiri kita dengan kecepatan 60 menit perjam. Dan di akhirat
nanti, tidak ada jalan keluar dari neraka.


Telah bersabda Nabi Muhammad S.A.W, kubur itu menyeru manusia tiap2 hari dengan
7 (tujuh) seruan :
1. Wahai manusia, aku rumah ulat, perbanyaklah membaca Al Qur'an.
2. Wahai manusia, aku rumah gelap, terangilah aku dengan sholat malam.
3. Wahai anak adam, aku rumah tanah, bawalah kasur yaitu amal sholeh.
4. Wahai anak adam, aku rumah binatang buas, bawalah tameng yaitu air mata
(takut kepada Allah SWT)
5. Wahai manusia, aku rumah tamu, berbekallah untuk dirimu yaitu taqwa.
6. Wahai manusia, aku rumah fakir, bawalah bekal kekayaan untuk dirimu (dengan
sedekah & zakat)
7. Wahai anak adam, aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir, maka banyaklah baca
"Laa ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah", supaya kamu dapat jawaban kepadanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar